GANGGUAN PADA SISTEM GERAK
1. Gangguan
pada Sistem Rangka
Gangguan
pada sistem rangka dapat terjadi karena adanya gangguan secara fisik, gangguan
secara fisiologis, gangguan persendian, dan gangguan kedudukan tulang belakang.
Gangguan
fisik
Gangguan
yang paling umum terjadi pada tulang adalah kerusakan fisik tulang seperti
patah atau retak tulang. Apabila terjadi fraktura (patah tulang) akan terbentuk
zona fraktura yang runcing dan tajam. Pada zona tersebut timbul rasa sakit
karena pergeseran tulang yang akan mengakibatkan pembengkakan bahkan
perdarahan.
Berdasarkan
jenis fraktura yang terbentuk, fraktura dapat dibedakan menjadi empat kelompok
sebagai berikut :
Fraktura
sederhana
Fraktura
sederhana merupakan
fraktura yang tidak melukai otot yang ada di sekitarnya.
Fraktura
kompleks
Fraktura
kompleks merupakan
fraktura yang melukai otot atau organ yang ada di sekitarnya, bahkan terkadang
bagian fraktura dapat muncul ke permukaan kulit.
Greenstick
Greenstick merupakan fraktura sebagian
yang tidak memisahkan tulang menjadi dua bagian.
Comminuted
Comminuted merupakan fraktura yang
mengakibatkan tulang terbagi menjadi beberapa bagian, tetapi masih berada di
dalam otot.
2. Gangguan
fisiologis
Gangguan
fisiologis pada tulang dapat disebabkan oleh kelainan fungsi hormon atau
vitamin. Gangguan fisiologis pada tulang dapat dijelaskan sebagai berikut :
Rakhitis
Rakhitis merupakan penyakit
tulang yang disebabkan kekurangan vitamin D. Vitamin D berperan dalam proses
penimbunan senyawa kapur di tulang. Kekurangan vitamin D akan menyebabkan
tulang menjadi tidak keras. Pada penderita rakhitis terlihat bagian kaki
(tulang tibia dan fibula) melengkung menyerupai huruf X atau 0
Mikrosefalus
Mikrosefalus merupakan gangguan
pertumbuhan tulang tengkorak sehingga kepala berukuran kercil. Kepala berukuran
kecil karena pertumbuhan tulang tengkorak pada masa bayi kekurangan kalsium.
Osteoporosis
Osteoporosis merupakan gangguan
tulang dengan gejala penurunan massa tulang sehingga tulang rapuh. Hal ini
dikarenakan lambatnya osifikasi dan penghambatan reabsorpsi (penyerapan kembali)
bahan bahan tulang. Osteoporosis terjadi karena ketidakseimbangan hormon
kelamin pada pria maupun wanita.
Kelainan
akibat suatu penyakit
Penyakit
seperti tuberkulosis tulang dan penyakit tumor dapat menyebabkan tekanan fisik
dan fisiologis terhadap mekanisme gerak tubuh.
Gangguan
persendian
Gangguan
persendian dapat terjadi karena sendi tidak berfungsi dengan normal. Jenis
gangguan sendi dikelompokkan menjadi empat yaitu sebagai berikut :
Dislokasi
Dislokasi merupakan gangguan yang
terjadi karena pergeseran tulang penyusun sendi dari posisi awal. Dislokasi
disebabkan oleh jaringan ligamen yang sobek atau tertarik
Terkilir
(keseleo)
Terkilir merupakan tertariknya
ligamen sendi karena gerakan tiba-tiba atau gerakan yang tidak biasa dilakukan.
Terkilir menyebabkan timbulnya rasa sakit disertai peradangan pada daerah sendi
Ankilosis
Ankilosis merupakan gangguan yang
terjadi karena tidak berfungsinya persendian. .
Artritis
Artritis merupakan gangguan yang
disebabkan adanya peradangan sendi. Gangguan artritis dapat dibedakan menjadi
rhematoid, osteoartritis dan gautartritis. Rhematoid merupakan
proses peradangan atau pengapuran pada jaringan tulang rawan yang menghubungkan
tulang di persendian. Osteoartritis merupakan penipisan tulang
rawa yang menghubungkan persendian. Gautartritis merupakan
gangguan gerak akibat kegagalan rnetabolisme asam urat sehingga terjadi
penimbunan asam urat pada persendian.
Gangguan
tulang belakang
Gangguan
pada tulang belakang terjadi karena adanya perubahan posisi tulang belakang, sehingga
menyebabkan perubahan kelengkungan batang tulang belakang. Gangguan yang
disebabkan oleh kelainan tulang belakang dikelompokkan menjadi empat kelompok,
yaitu:
Skoliosis, melengkungnya tulang
belakang ke arah samping, mengakibatkan tubuh melengkung ke arah kanan atau
kiri
Kifosis, perubahan kelengkungan pada
tulang belakang secara keseluruhan sehingga orang menjadi bongkok
Lordosis, melengkungnya tulang
belakang di daerah lumbal atau pinggang ke arah depan sehingga kepala tertarik
ke arah belakang
Subluksasi, gangguan tulang belakang
pada segmen leher sehingga posisi kepala tertarik ke arah kiri atau kanan.
3. Gangguan
pada Sistem Otot
Otot
berperan penting dalam aktivitas gerak manusia sehingga gangguan pada otot akan
mempengaruhi aktivitas gerak. Gangguan pada otot dapat terjadi dalam beberapa
bentuk seperti berikut ini:
Atrofi
Atrofi merupakan penurunan
fungsi otot karena otot mengecil atau kehilangan kemampuan untuk berkontraksi.
Gangguan ini dapat disebabkan oleh penyakit poliomielitis yaitu penyakit yang
disebabkan oleh virus. Virus ini menyebabkan kerusakan saraf yang
mengkoordinasi otot ke anggota gerak bawah.
Hipertrofi
Hipertrofi merupakan otot yang
berkembang menjadi lebih besar dan kuat. Hipertrofi disebabkan aktivitas otot
yang kuat sehingga diameter serabut-serabut otot membesar
Hernia
abdominalis
Hernia
abdominalis merupakan
sobeknya dinding otot abdominal sehingga usus memasuki bagian sobekan tersebut
Tetanus
Tetanus merupakan otot yang mengalami
kekejangan karena secara terus-menerus berkontraksi sehingga tidak mampu lagi
berkontraksi. Tetanus disebabkan luka yang terinfeksi oleh bakteri Clostridium
tetani.
Distrofi
otot
Distrofi
otot merupakan
penyakit kronis yang menyebabkan gangguan gerak. Penyakit ini merupakan
penyakit yang disebabkan adanya cacat genetik.
Miastenia
gravis
Miastenia gravis merupakan otot yang
secara berangsur-angsur melemah dan menyebabkan kelumpuhan. Penyakit ini
disebabkan oleh hormon tiroid dan sistem imunitas yang tidak berfungsi dengan
normal.
Penyembuhan
Patah Tulang
Patah tulang adalah suatu kelainan yang terjadi akibat dari cidera yang
menyebabkan rapuhnya atau patahnya tulang dari seseorang. Hal ini bias terjadi
karma kecelakaan, terjatuh ataupun terkena benda-benda tajam yang dapat
menyebabkan patahnya tulang-tulang manusia.
Patah tulang dapat disembuhkan dengan beberapa cara, antara lain :
1. Pembidaian
Yaitu berupa banda-benda keras yang ditempatkan didaerah sekelliling tulang
yang patah
2. Pemasangan
Yaitu berupa bahan kapur yang dibungkuskan di sekitar tulang yang patah.
3. Pembedahan internal
aitu pembedahan untuk menempatkan batang logam atau piringan pada tulang yang
patah.
4. Penarikan (traksi)
Yaitu menggunakan beban untuk menahan sebuah anggota gerak pada tempatnya.
Sekarang sudah jarang digunakan, tetapi dulu pernah menjadi pengobatan utama
untuk patah tulang pinggul.
Penyembuhan
Kanker Tulang
Kanker tulang disebabkan oleh suatu persoalan dengan sel-sel yang membentuk
tulang. Lebih dari 2,000 orang-orang didiagnosis di Amerika setiap tahun dengan
suatu tumor tulang. Tumor-tumor tulang terjadi paling umum pada anak-anak dan
remaja-remaja dan lebih kurang umum pada orang-orang dewasa yang lebih tua.
Kanker yang melibatkan tulang pada dewasa-dewasa yang lebih tua adalah paling
umum akibat dari penyebaran metastasis dari tumor yang lain.
Ada banyak tipe-tipe yang berbeda dari kanker tulang. Tumor-tumor tulang yang
paling umum termasuk osteosarcoma, Ewing’s sarcoma, chondrosarcoma, malignant
fibrous histiocytoma, fibrosarcoma, dan chordoma. Penyembuhan kanker tulang
dapat dilakukan dengan cara pembedahan dan amputasi. Cara lain seperti,
kemoterapi dan radioterapi juga efektif.
3. Transplantasi Sumsum Tulang
Sumsum merah dapat ditransplantasikan dari satu orang ke orang lainnya.
Diperlukan suatu teknik khusus untuk memindahkan sumsum dari donor yang sehat
dan menyuntikkannya ke resipien tanpa merusaknya, karena sumsum sangat lunak.
contohnya yakni, tulang janin usia 4 bulan yabgmasih berada dalam kandungan.
Sumsum merah ayahnya disuntikkan melalui perut ibunya.
4. Penggantian Sendi
Untuk mengatasi penyakit degenarit tulang( sendi- sendi yang telah rusak dan
menimbulkan rasa sakit) yakni dengan metode pembedahan untuk mengganti sendi
yang rusak dengan bahan logam. Bonngol sendi diganti dengan logam
campuran(missal, campuran titanium) dan cawan sendi dengan mangkok polietilena,(
misal plastik ) yang kerapatannya tinggi. Kemudian kedua sisi direkatkan dengan
senyawa metil metrakilat berpori ynag memungkinkan fisiologi tulang tetap
normal.
5. Hypophosphatemic Rickets
Hypophosphatemic rickets (dahulu dikenal vitamin D-resintan rickets) adalah
gangguan dimana tulang menjadi terasa agak menyakitkan dan mudah bengkok karena
darah mengandung kadar posfat rendah.
Pengobatan: Tujuan pengobatan Hypophosphatemic rickets adalah meningkatkan
kadar posfat di dalam darah, dimana akan meningkatkan bentuk tulang normal.
Posfat bisa digunakan melalui mulut dan harus dikombinasikan dengan calcitriol,
bentuk aktif dari vitamin D. Menggunakan Vitamin D tunggal tidak mencukupi.
Jumlah posfat dan calcitriol harus disesuaikan dengan hati-hati karena
pengobatan ini seringkali menyebabkan kalsium kadar tinggi di dalam darah,
penumpukan kalsium pada jaringan ginjal, atau batu ginjal. Efek ini bisa
membahayakan ginjal dan jaringan lain. Pada beberapa orang dewasa,
Hypophosphatemic rickets dihasilkan dari perbaikan kanker secara dramatik
setelah kanker diangkat.
2 Artritis Rematoid.
Pengobatan:Prinsip dasar dari pengobatan artrtitis rematoid adalah
mengistirahatkan sendi yang terkena, karena pemakaian sendi yang terkena akan
memperburuk peradangan. Mengistirahatkan sendi secara rutin seringkali membantu
mengurangi nyeri.
Pembidaian bisa digunakan untuk imobilisasi dan mengistirahatkan satu atau
beberapa sendi, tetapi untuk mencegah kekakuan, perlu dilakukan beberapa
pergerakan sendi yang sistematis. Obat-obatan utama yang digunakan untuk
mengobati artritis rematoid adalah obat anti peradangan non-steroid, obat
slow-acting, kortikosteroid dan obat imunosupresif.
Biasanya, semakin kuat obatnya, maka semakin hebat potensi efek sampingnya,
sehingga diperlukan pemantaun ketat.
3. Osteoporosis
Penentuan Kerapatan Tulang Dengan Bone Densitometer
Pengukuran kerapatan tulang dilakukan dengan cara menyinari tulang dengan
radiasi gamma atau sinar-X. Berdasarkan banyaknya radiasi gamma atau sinar-X yang
diserap oleh tulang yang diperiksa maka dapat ditentukan konsentrasi mineral
kalsium dalam tulang. Perhitungan dilakukan oleh komputer yang dipasang pada
alat kekeroposan tulang (osteoporosis) yang sering menyerang wanita pada usia
menupause (mati haid) sehingga menyebabkan tulang mudah patah.
4. Fisiologi Terapan
Teknik pemantauan Otot, diterapkan memungkinkan fisiologi tubuh untuk
mengungkapkan apa yang keluar dari keseimbangan dan memberikan informasi untuk
mengembalikan keseimbangan. Otot dimasukkan melalui gerak normal, dimonitor
untuk menentukan di mana tekanan berbohong. Inti dari teknik ini menggunakan
acupoints untuk bertanya tentang fisiologis dan anatomi spesifik menekankan.
5. Artroskopi
Penggunaan peralatan artroskopi terutama sekali untuk pasien cedera. Artroskopi
dirintis di awal 1950′-an oleh dr. Masaki Watanabe dariJepang untuk melakukan
bedah dan rekonstruksi kartilago invasif minimal dari ligamentum yang robek.
Artroskopi membantu pasien sembuh dari pembedahan dalam hitungan hari, daripada
minggu ataupun bulan dalam bedah biasa dan ‘terbuka’.
Artroskopi lutut adalah salah satu operasi yang paling umum dilakukan oleh
dokter bedah ortopedi sekarang dan sering digabungkan dengan menisektomi atau
kondroplasti—yang merupakan pemindahan dari tulang rawan yang robek.
6. Penggantian sendi
Penggantian sendi tersedia untuk sendi lain pada dasar yang terbatas, yang
paling utama bahu, siku, pergelangan tangan dan kaki serta jari. Di tahun-tahun
terkini, penggantian permukaan sendi, khususnya sendi panggul, sudah menjadi
lebih terkenal di antara pasien yang lebih muda dan aktif. Jenis operasi ini
menunda perlunya penggantian panggul total yang lebih kuno dan kurang
mempertahankan tulang, namun membawa risiko signifikan pada gagal awal akibat
fraktur dan kematian.
Salah satu masalah utama dalam penggantian sendi adalah pemakaian permukaan
komponen yang timbul, yang dapat menimbulkan kerusakan tulang di sekitarnya dan
akhirnya menyebabkan gagal implan. Penggunaan permukaan timbul alternatif telah
bertambah di tahun-tahun terkini, khususnya pada pasien yang lebih muda, untuk
mencoba mengembangkan sifat pemakaian komponen penggantian sendi, yang termasuk
keramik dan semua implan logam (berlawanan dengan logam pada plastik yang
asli). Plastik itu (sebenarnya polietilena berbobot molekul yang ultratinggi)
juga bisa diubah dalam berbagai cara yang dapat memperbaiki sifat pemakaian.
7. Viscosupplementasi
Viscosupplementasi adalah pilihan baru yang ada bagi pasien dengan gejala lutut
osteoarthritis, yang melibatkan rentetan injeksi intra-artionlar asam
hyaluronic. Sementara, pasien yang tidak menyukai pengobatan tradisional
sebaiknya mencoba perawatan ini. Suplemen Hyalgan disuntikkan secara langsung
ke dalam sendi lutut untuk memperbaiki gizi dan pelumasan. Pada kebanyakan
kasus, pasien menemukan kenyamanan dalam berjalan setelah injeksi. Tetapi,
penting untuk memperhatikan bahwa Viscosupplementasi ini biasanya dilakukan
jika semua jenis pengobatan lain telah dilakukan namun gagal untuk mengurangi
rasa sakit.
1) EKOKARDIOGRAF
merupakn suatu teknik untuk mengetahui struktur intenal dan gerakan jantung
serta pembulu darah yang besar tanpa memasukan alat ke dalam tubuh
pasien.CARANYA GELOMBANG ULTRASONIK di arahkan ke dada pasien mengunakan
transduser.kemudian transduser bertindak sebagai penerima pantulan balik
glombang ultrasonik (echo) untuk membentuk bayangan
2) Hemofilia
Pengobatan Hemofilia dalam perkembangannya dilakukan dengan metode imunisasi
analgesik, transfusi darah, dan penggunaan produk infus untuk menggantikan
faktor pembekuan yang dilakukan setelah terjadi perdarahan (therapy on-demand).
Namun, makin lama makin meluas menjadi bersifat pencegahan terhadap perdarahan
(terapi prophylaxis), yaitu ditemukannya konsentrat faktor pembekuan. Sehingga,
penderita hemofilia bisa melakukan infus faktor VIII secara rutin untuk mempertahankan
kadar konsentrasi protein pembekuan dalam darah yang dibutuhkan.
Adapun Prof. Dr. Djajadiman Gatot, SpA (K) yang juga menjadi pembicara juga
dalam diskusi tersebut menerangkan, pengobatan definitif yang bisa dilakukan
oleh penderita Hemofilia adalah dengan metode RICE, singkatan dari Rest, Ice,
Compression, dan Elevation.
Penjabarannya:
- Rest. Penderita harus senantiasa beristirahat, dan jangan banyak melakukan
kegiatan berat atau yang sifatnya kontak fisik.
- Ice. Jika terjadi luka segera perdarahan itu dibekukan dengan mengkompresnya
dengan es.
- Compression. Dalam hal ini, luka itu juga harus dibebat atau dibalut dengan
perban.
- Elevation. Berbaring dan meninggikan luka tersebut lebih tinggi dari posisi
jantung.
Penderita Hemofilia A tergolong rentan terhadap aktivitas olahraga. Namun,
menurut Djajadiman, penderita Hemofilia A boleh saja berolahraga. Pilih
olahraga ringan, seperti bermain bilyar. Sehingga, mengurangi risiko terjadinya
luka atau cedera yang mengakibatkan perdarahan.
"Untuk terapi rutin atau pencegahan bisa saja, tapi perawatannya lebih
mahal, sambung Djajadiman. Sekedar informasi, untuk faktor VIII ukuran 250
international unit harganya adalah sekitar Rp.1,2 juta hingga Rp.1,5 juta.
"Umur obat ini (faktor VIII) hanya bertahan selama 12 jam. Jadi, harus
disuntikkan setiap 12 jam atau 2 kali sehari. Dan, karena penyakit ini
merupakan penyakit genetis, pengobatan ini diperlukan seumur hidup.
2) Talasemia
Pengobatan Medis :
Pengobatan yang biasa diberikan pada penderita Talasemia adalah dengan
transfusi darah, tetapi dengan cara ini biasanya terjadi penumpukan zat besi di
dalam tubuh.
Pengobatan Tianshi :
Sesuai dengan cara pengobatan China, tubuh pasien harus diseimbangkan dulu dan
stamina dikembalikan dengan pemberian Nutrient High Calcium Powder I untuk
dewasa atau Children Nutrient High Calcium Powder III pada anak-anak. Pemberian
suplemen kalsium ini juga memperkuat daya tahan tubuh dan melancarkan peredaran
darah.
Bila penyakit ini disebabkan oleh kerusakan sel darah merah karena pengaruh
pengobatan atau kimia, dilakukan perbaikan sel-sel darah merah yang ada dengan
Vitality Softgel Capsules.
Sedangkan bila penyakit ini timbul karena proses produksi sel darah merah yang
terganggu, dilakukan pengaktifan organ ginjal pembuluh darah dengan Cordyceps
Mycellium Capsules.
3) Leukemia
Penanganan kasus penyakit Leukemia biasanya dimulai dari gejala yang muncul,
seperti anemia, perdarahan dan infeksi. Secara garis besar penanganan dan
pengobatan Leukemia bisa dilakukan dengan cara single ataupun gabungan dari
beberapa metode dibawah ini:
1. Chemotherapy/intrathecal medications
2. Therapy Radiasi. Metode ini sangat jarang sekali digunakan
3. Transplantasi bone marrow (sumsum tulang)
4. Pemberian obat-obatan tablet dan suntik
5. Transfusi sel darah merah atau platelet.
Sistem Therapi yang sering digunakan dalam menangani penderita leukemia adalah
kombinasi antara Chemotherapy (kemoterapi) dan pemberian obat-obatan yang
berfokus pada pemberhentian produksi sel darah putih yang abnormal dalam bone
marrow. Selanjutnya adalah penanganan terhadap beberapa gejala dan tanda yang
telah ditampakkan oleh tubuh penderita dengan monitor yang komprehensive.
1. Anemia
Anemia adalah suatu kondisi terjadinya defesiensi atau rendahnya jumlah
eritrosit didalam tubuh, yang berakibat kepada rendahnya kemampuan pembulu
darah mengangkut oksigen keseluruh tubuh. dengan kata lain anemia adalah suatau
keadaan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari normal. akibatnya tubuh
kurang mendapat pasokan oksigen yang menyebabkan tubuh lemas dan cepat lelah.
2. Leukimia
Leukimia sering disebut juga kanker darah. sebenarnya leukimia merupakan kanker
pada sumsum tulang yang menghasilkan leukosit. leukosit membelah tidak
terkendali hingga jumlahnya meningkat pesat, kemudian memakan eritrosit,
sehingga menimbulkan anemia berat. pada penderita leukimia leukosit bisa
mencapai 200 ribu per mm kubik darah (sangat jauh dari keadaan normal).
3. Hemofilia
Hemofilia adalah penyakit darah sukar membeku. jika terjadi luka, maka darah
akan mengucur terus hingga penderita dapat mengalami kekurangan darah, bahkan
dapat menyebakan kematian. hemofilia biasanya diwariskan kepada keturunan laki
- laki. pada perempuan penyakit ini tergolong mematikan sehingga penderita akan
mati sebelum dewasa, dan karena penyakit ini penyakit turunan maka tidak dapat
disembuhkan.
4. Talasemia
Talasemia adalah penyakit kelainan darah yang menurun yang ditandai dengan
adanya eritrosit tak normal. hal ini disebabkan kegagalan gen dalam memproduksi
protein penyusun hemoglobin secara lengkap, sehingga hemoglobin tak sempurna,
akibatnya transportasi darah keseluruh tubuh terganggu. penyakit ini dapat
diatasi melalui transfusi darah secara berkala kurang lebih setiap bulan
sekali.
5.Leukopenia
Leukopenia adalah keadaan jumlah leukosit kurang dari normal, hal ini terjadi
karena penderita terserang penyakit AIDS. sebaliknya leukositosis adalah
keadaan jumlah leukositosis yang melebehi dari jumlah normal, keadaan ini
disebabkan karena ingfeksi bakteri, akibat upaya untuk
mempertahankandayatahantubuh.
6.Eusinofilia
Eusonofilia adalah keadaan eusonofil yang sangat tinggi didalam darah. ini
bukan merupakan suatu penyakit tapi merupakan respon dari adanya suatu
penyakit. peningkatan jumlah eusonofil ini biasanya menunjukkan respons
terhadap sel - sel abnormal, parasit atau bahan - bahan penyebab
7. Trombositopenia
Trombositopenia adalah kelainan akibat kekurangan trombosit, yang merupakan
bagian dari pembekuan darah. darah biaasanya mengandung sekitar 150.000 -
350.000 trombosit / mL. jika jumlah trombosit kurang dari 30.000 / mL dapat
terjadi pembelahan abnormal. gangguan baru timbul jika jumlah trombosit kurang
10.000 / mL.
Menjaga
Kesehatan Alat Peredaran Darah
Menjaga kesehatan alat peredaran darah dapat dilakukan dengan berolahraga
secara teratur. Berolahraga dapat membantu melancarkan peredaran darah.
Berolahraga sebaiknya diawali dengan pemanasan. Pemanasan membuat kecepatan
denyut jantung bertambah secara bertahap. Menjaga kesehatan alat peredaran
darah juga dapat dilakukan dengan menjaga kebiasaan makan sehari-hari. Makanan
berlemak tinggi tidak baik bagi kesehatan jantung. Kandungan lemak yang
berlebihan dalam tubuh dapat mengakibatkan penyempitan pembuluh darah.
TIPS MENJAGA KESEHATAN TULANG
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kesehatan
tulang, antara lain:
1. Jumlah kalsium dalam asupan makanan
Asupan makanan yang rendah kalsium menyebabkan kepadatan tulang berkurang,
tulang keropos secara dini dan risiko patah tulang meningkat.
2. Tingkat aktivitas fisik
Seseorang dengan aktivitas fisik yang rendah memiliki risiko osteoporosis yang
lebih tinggi dibandingkan yang aktif.
3. Merokok dan konsumsi alkohol yang berlebihan
Penelitian menunjukkan bahwa merokok dapat merupakan salah satu faktor yang
menyebabkan tulang menjadi lebih rapuh. Jika mengonsumsi lebih dari dua botol
minuman beralkohol sehari dapat meningkatkan risiko osteoporosis, karena
alkohol dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium.
4. Faktor gender
Wanita memiliki jaringan tulang lebih sedikit daripada laki-laki.
5. Faktor usia
Semakin tua usia tulang lebih tipis dan rapuh.
6. Faktor ras, indeks massa tubuh, dan genetik
Risiko terbesar adalah ras Mongoloid (Asia). Indeks massa tubuh yang rendah (19
atau kurang) juga memiliki risiko yang lebih besar. Selain itu, memiliki
orangtua atau saudara yang mengalami osteoporosis juga memiliki risiko yang
lebih besar (faktor genetik).
7. Faktor hormonal
Pembentukan hormon tiroid yang terlalu banyak dapat menyebabkan rapuhnya
tulang. Pada wanita, kerapuhan tulang meningkat secara drastis pada masa
menopause karena kadar estrogen yang menurun. Amenorrhea (masa tidak menstruasi
sebelum masa menopause) dalam jangka panjang, juga meningkatkan risiko
osteoporosis. Pada pria, kadar testosteron yang rendah dapat menyebabkan
hilangnya kepadatan tulang.
8. Gangguan makan
Orang yang menderita anoreksia atau bulimia memiliki risiko yang tinggi
mengalami kerapuhan tulang. Selain itu, gastrectomy (salah satu prosedur
operasi pada perut), operasi penurunan berat badan dan penyakit Crohn, penyakit
Celiac dan penyakit Cushing dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menyerap
kalsium.
9. Penggunaan obat tertentu
Penggunaan jangka panjang obat kortikosteroid, seperti prednison, kortison, prednisolon
dan deksametason dapat menyebabkan kerusakan tulang. Obat lain yang terkait
dengan peningkatan risiko osteoporosis antara lain: penggunaan jangka panjang
inhibitor aromatase untuk mengobati kanker payudara, obat antidepresan yang
disebut selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs), pengobatan obat kanker
dengan methotrexate, beberapa obat anti-kejang, the acid-blocking drugs yang
biasa disebut proton pump inhibitors dan antasid yang mengandung aluminium.
Apa yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan tulang?
Langkah-langkah untuk mencegah kerusakan tulang, antara lain:
1. Meningkatkan kandungan kalsium dalam asupan makanan
Untuk dewasa (usia 19-50 tahun) dan pria berusia 51-70 tahun, Institute of
Medicine merekomendasikan 1.000 mg kalsium per hari.
Rekomendasi meningkat menjadi 1.200 mg per hari untuk wanita usia lebih 51
tahun dan pria usia lebih dari 71 tahun.
Kalsium terdapat dalam almond, brokoli, kangkung, salmon kalengan, sarden, dan
kedelai dan olahannya (tahu dan tempe). Jika merasa sulit untuk mendapatkan
cukup kalsium dari pola makan sehari-hari, berkonsultasilah kepada dokter
tentang suplemen kalsium.
2. Perhatikanlah asupan vitamin D
Untuk dewasa (usia 19-70 tahun), Institute of Medicine merekomendasikan 600 IU
(international units) vitamin D sehari. Rekomendasi meningkat menjadi 800 IU
sehari untuk dewasa (usia lebih dari 71 tahun).
3. Pastikan memiliki aktivitas fisik yang cukup setiap harinya
Aktivitas fisik seperti berjalan, jogging, tenis, dan menaiki tangga dapat
membantu tubuh membentuk tulang yang kuat dan memperlambat proses kerapuhan
tulang.
4. Hindari merokok dan tidak minum lebih dari dua minuman beralkohol dalam
sehari.
5. Pertimbangkan penggunaan obat
Sejumlah obat yang tersedia untuk membantu memperlambat proses kerusakan tulang
dan mempertahankan kepadatan tulang, termasuk bifosfonat (Fosamax, Actonel,
Boniva) dan raloxifene (Evista). Jika mengonsumsi obat yang mempengaruhi
kesehatan tulang, berkonsultasilah kepada dokter. Dokter akan memonitor
kepadatan tulang dan mungkin dapat merekomendasikan obat lain untuk membantu
mencegah kerusakan tulang.
6. Pertimbangan terapi hormon bagi wanita
Terapi Estrogen, terutama dimulai segera setelah menopause, dapat membantu
mempertahankan kepadatan tulang. Namun, penggunaan terapi hormon dapat
meningkatkan risiko penggumpalan darah, kanker endometrium dan kemungkinan
kanker payudara. Berkonsultasilah kepada dokter apakah memerlukan terapi
hormon.
Jika khawatir dengan kesehatan tulang atau faktor risiko mengalami
osteoporosis, berkonsultasilah kepada dokter. Dokter mungkin dapat
merekomendasikan tes kepadatan tulang. Hasil tes akan membantu dokter mengukur
kepadatan tulang dan menentukan tingkat kerusakan tulang yang telah terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar